Jono, Peracik Gula Aren asal Desa Dukuh Tengah

  • Hubungi Penjual
  • Tanggal publikasi: 01/10/2018
    • Tegal, Bojong, Jawa Tengah, Indonesia



PAGI-pagi buta, cuaca begitu dingin, Sukirno (60), sudah bersiap pergi ke ladang yang berada di sekitar wilayah kaki Gunung Slamet. Warga Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal itu siap mengambil nira dari pohon aren (lahang).

Sebuah bambu sepanjang sekitar 1,5 meter sudah disiapkan dan kayu pendek dibawa di pundak sebelah kiri. Di pinggangnya tergantung sebilah golok.

Jono berjalan menyusuri bukit sekitar 1/2 km. Sesaat ia mengusap air keringat yang mengucur di dahi. Jalan berkelok disertai tanjakan tak menghambat langkahnya. Sesampai di ladang, Jono langsung memanjat pohon aren menggunakan tangga yang sudah terpasang. Begitu cekatan.

Di pohon itu, ia mengambil air nira yang sudah ditampung pada sepotong bambu dengan memindahkan pada bambu yang dibawa dari rumah. Tak butuh waktu lama, ia pun turun dan bergegas kembali ke rumah.

Sampai di rumah, sang istri Maemunah (50) siap memasak air nira yang dibawa suaminya dari ladang. Di dapur sederhana, Jono menceritakan kisahnya menjadi pembuat gula aren.

"Sudah puluhan tahun saya menjadi pembuat gula aren. Saya bersyukur tidak mengandalkan orang lain. Dari hasil menjual gula aren, saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga," ungkapnya.

Jono menuturkan, ia merawat tiga pohon aren yang saat ini tinggal dua. Satu pohon aren, waktu itu ia jual. Nira dari pohon aren hingga kini menjadi sumber mata pencahariannya.
Dari jaman dulu orang tua Jono adalah sang peracik gula aren dari desa Dukuh Tengah. Kini racikan sang ayah, yang sudah tiada, diteruskan Jono.

“Mulai pagi suami mengambil lahang dulu untuk dikumpulkan. Setelah terkumpul sekitar 45 liter sampai 50 liter baru dimasak di tungku. Proses memasak cukup mudah tetapi ada trik-trik khusus agar hasilnya lebih manis. Kalau lahangnya agak tua bisa kurang manis. Tapi, dengan trik-trik tertentu hasilnya menjadi manis,” kata Maemunah.

Dalam proses pemasakan pada sore hari sampai malam, agar pagi harinya gula yang sudah diracik dan sudah siap dijual. Banyak yang datang ke rumah Jono untuk menjual gula aren di daerah Moga, Bojong dan Bumijawa. (*)


Admin Potji
0 votes
Share by email Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+ Share on LinkedIn Pin on Pinterest

Alexa POTJI

Visitor POTJI

Flag Counter

Informasi berguna

  • Hindari penipuan dengan bertransaksi langsung atau membayar dengan PayPal
  • Jangan pernah membayar dengan Western Union, MoneyGram atau layanan pembayaran sejenis
  • Situs ini tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun, dan tidak menangani pembayaran, pengiriman, jaminan transaksi, memberikan layanan wasiat dari pihak ketiga, atau menawarkan "perlindungan pembeli" atau "sertifikasi penjual""

Produk IKM terkait