Pandai Besi Turunan Empu Su

  • Hubungi Penjual
  • Tanggal publikasi: 15/09/2018
    • Tegal, Balapulang Wetan, Jawa Tengah, Indonesia



Bukan Pandai Besi Biasa, Tapi Seorang Empu

PADA bangunan sederhana berukuran 6x4 meter, berjejer dengan rumahnya, seorang pria, istri dan anak usia SMP terlihat bekerja. Pria yang bertopi memegang alat pengait. Di ujung alat itu, terlihat besi merah membara. Besi yang telah dipanaskan dengan suhu tinggi.
Tangan kanannya memegang palu besar lalu memukul besi panas itu. Istri ikut ambil bagian. Menghatam besi dengan palu. Sang anak juga turut menempa.
Mereka keluarga pandai besi. Pria bertopi itu bernama Edi Nurachaidin.Warga Balapulang Wetan RT 01 RW 07, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal itu bukanlah seorang pandai besi biasa. Ia adalah seorang empu.
Pria berusia 42 itu keturunan empu. Kakek dan ayahnya seorang empu. Suhari, ayah Edi yang sudah almarhum, dikenal dengan panggilan Empu Su.
Empu Su dikenal sebagai perajin golok dan alat untuk dipake bercocok tanam di sawah/tani. Saat masih sehat, produk Empu Su sampai keluar pulau. Seperti ke Sumatra.
Meski berdarah empu, gelar itu tak serta merta didapatkan Edi begitu saja. Setelah sang bapak tutup usia, 10 tahun lalu, Edi mulai serius menekuni profesi ayahnya. Sebagai empu. Walaupun sejak SD, Edi sudah membantu ayahnya.
"Waktu itu saya baru mulai menempa," kata Edi ketika berbincang dengan panturabisnis.com di bengkel pandai besinya di Balapulang Wetan RT 01 RW 07, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.
Sebelum menjadi empu, Edi mengaku bekerja lepas atau kecil-kecilan di Jakarta sebagai tenaga ahli elektronik atau suka otak atik elektorik yang rusak. Meski memiliki pekerjaan lain, dia tetap membantu bapak, Empu Su, tiap pulang kampung. Ia bertugas sebagai panjak atau asisten pembantu empu.
“Tugas panjak menempa besi panas sesuai perintah empu, mengatur bara api, membantu proses pengikiran dan lainnya,” ungkapnya.
"Selama menjadi panjak, selama itu saya terus diberi bimbingan."
Edi mulai menjadi empu secara utuh setelah ayahnya tutup usia. Ia terus berkarya sampai saat ini. Meneruskan jejak ayah.
Edi telah menghasilkan sejumlah karya peralatan buat bercocok tanam/tani yang tak bisa dihitung. “Jumlah pastinya saya lupa, tapi sudah ratusan,” kata Edi
Pelaratan empu menggunakan perkakas tinggalan ayahnya yang tersimpan di ruang empu besi. Di ruang itu terdapat sejumlah perlatan kerja empu. Seperti kikir, palu berbagai macam ukuran, gergaji besi, pencapit besi, dan peralatan menempa lainnya.
Di tengah ruang empu besi, terdapat tungku yang disebut prapen (perapian). Prapen itu tersambung dengan pompa tradisional yang bernama ububan. Di samping prapen terdapat kolam air berukuran kecil yang disebut kowen.
“Semuanya masih tradisional. Karena hasilnya akan beda kalau alatnya diganti,” ucap Edi.
Hampir setiap hari Edi menempa peralatan tani. Namun dalam sehari, dia belum tentu menyelesaikan 10 peralatan tani. Apalagi lebih. “Setiap hari bisa 4 pacul, 4 buah arit, 4 buah golok. Itu cuma dalam satu hari. Karena menempa itu harus dilakukan berulang kali,” ucap Edi.
Ada beberapa tahapan dalam membuat satu peralatan tani. Mulai dari menyiapkan bahan (besi tua), berdoa, membakar besi. Dan memalunya agar berbentuk sesuai pesanan. Beberapa kali dibakar dengan suhu panas agar mudah dibentuk. Lalu dimasukkan ke air, dikikir, dan banyak proses lainnya yang cukup panjang.
Meneruskan usaha tinggalan sang ayah, Edi merasa mendapat berkah tersendiri. Ia tidak kesulitan mencari bahan baku besi baja. “Saya beli di daerah Tegal.”
Keberkahan lain, anak pertama sudah masuk SMK. Dan, menoreh prestasi. Anaknya masuk nominasi Duta Lingkungan Kabupaten Tegal yang diadakan Dinas Lingkungan Kabupaten Tegal. “Keahlian saya di elektronik menular pada anak saya yang suka merakit apapun dalam dunia elektronik.’
Lalu berkah lainnya, banyak orang datang ke ruang empu. Mereka dari Songgom, Larangan, Prupuk, Balaradin, Kambangan dan banyak lain. Tentu saja memesan peralatan berbahan besi. (*)


Admin Potji
0 votes
Share by email Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+ Share on LinkedIn Pin on Pinterest

Alexa POTJI

Visitor POTJI

Flag Counter

Informasi berguna

  • Hindari penipuan dengan bertransaksi langsung atau membayar dengan PayPal
  • Jangan pernah membayar dengan Western Union, MoneyGram atau layanan pembayaran sejenis
  • Situs ini tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun, dan tidak menangani pembayaran, pengiriman, jaminan transaksi, memberikan layanan wasiat dari pihak ketiga, atau menawarkan "perlindungan pembeli" atau "sertifikasi penjual""

Produk IKM terkait