Keripik Tempe dan Rongeh-Rongeh Sehat, Renyah dan Gurih – Hubungi Mba Ines 081902665448

  • Rp. 8.000
  • Tanggal publikasi: 12/07/2018
  • Perubahan: 13/07/2018
    • Tegal, Danawarih, Jawa Tengah, Indonesia

DANAWARIH - Industri kuliner saat ini tengah menggeliat tidak lepas dari hasil inovasi yang dilakukan para pelaku usaha, baik kecil maupun menengah.
Salah satunya Saeni, lebih dikenal dengan panggilan Mba Ines (42 tahun) warga desa Danawarih Rt 03 Rw 03, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Awalnya Saeni adalah seorang TKW di Arab Saudi. Namun dengan niat dan semangat ingin mempunyai usaha di kampung halaman, Saeni pulang kampung dan memberanikan diri memproduksi keripik tempe kecil-kecilan. Lambat laun, usaha yang dilakoninya sudah berjalan 6 tahun. Dan, semakin berkembang.
Masyarakat khususnya di desa Danawarih tertarik dan suka dengan keripik tempe bikinan Mba Saeni. Banyak permintaan buat oleh-oleh warga yang merantau di Kalimantan, Bali, serta keluar negeri dan lain-lain. Kondisi itu membuat Saeni harus memutar otak untuk melakukan inovasi. Salah satunya membuat kuliner khas lain, seperti rongeh-rongeh, peyek kalau bahasa tegalnya.
Makanan ringan berbahan dasar tepung, tempe, kacang kedelai yang disulap menjadi keripik. Keripik ini sekilas hampir sama proses pembuatan dan bentuknya. Namun ternyata banyak perbedaan dari keduanya seperti keripik tempe dan rongeh-rongeh yang lebih menarik dan renyah.
Bahan dasarnya, 1 kilogram keripik membutuhkan 500 gram tepung, 500 gram kacang kedelai dan tempe satu bengket. Sedangkan proses penggorengannya dibutuhkan minyak goreng sebanyak 1/4 kilogram.
Harga keripik dijual dengan harga Rp8.000 per bungkus. Dengan harga terjangkau bisa menikmati cemilan yang renyah, gurih dan sehat.
Saat ini keripik tempe tersebut menjadi khas camilan di wilayahnya namun baru dijual di lingkungan terdekat mengingat proses produksi dan pemasarannya hanya mengandalkan anggota keluarga dan warga yang pulang setelah meratau.
"Saat ini usaha kami masih dalam tahap pengembangan produk. Keripik tempe dan rongeh-rongeh pernah masuk ke transmart, dan sudah terjual di wilayah Indonesia dengan ciri khas oleh-oleh desa Danawarih bagi orang yang meratau di luar pulau,” ujar Mba Saeni pada potji.com.
Makanan ringan tersebut sudah bersertifikat produksi rumah tangga dengan Nomor : 443.05/17/004/P-IRT/1/2017 dengan nama SIDA JAYA.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan kuliner atau makanan khas desa ini sertifikat produk rumah tangga. Saya tambah semangat lagi dalam memproduksi kuliner desa. Semoga buka saya sajah yang mempunyai kuliner kas desa. Semoga ibu-ibu di desa lain bisa menciptkan inovasi kuliner desa,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang suka dengan kuliner desa Danawarih ini bisa pesan lewat telepon (Saeni atau Mba Ines 081902665448 )

Result 0 votes
Admin Potji
0 votes
Share by email Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+ Share on LinkedIn Pin on Pinterest

Alexa POTJI

Visitor POTJI

Flag Counter

Informasi berguna

  • Hindari penipuan dengan bertransaksi langsung atau membayar dengan PayPal
  • Jangan pernah membayar dengan Western Union, MoneyGram atau layanan pembayaran sejenis
  • Situs ini tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun, dan tidak menangani pembayaran, pengiriman, jaminan transaksi, memberikan layanan wasiat dari pihak ketiga, atau menawarkan "perlindungan pembeli" atau "sertifikasi penjual""

Produk IKM terkait